PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA GELANG GETAR UNTUK MENDENGARKAN MUSIK BAGI TUNA RUNGU ATAU DISEBUT DENGAN “V-LET”
PROGRAM
KREATIVITAS MAHASISWA
GELANG GETAR UNTUK MENDENGARKAN MUSIK BAGI TUNA RUNGU
ATAU DISEBUT DENGAN “V-LET”
___________________________________________________
BIDANG KEGIATAN :
PKM-GAGASAN TERTULIS
Disusun
oleh :
|
1202172041/
2017
|
Dipa Lasmawardhana
|
|
1202174233/
2017
|
Ahmad Zen Fadilah
|
|
1202173297/
2017
|
Muhammad Fahrizal Rahmawan
|
UNIVERSITAS TELKOM
BANDUNG
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita sangat sering atau
bahkan selalu mendengarkan suara-suara, mulai dari suara yang menggangu hingga
suara yang merdu atau indah. Suara sudah ada sejak zaman dahulu
sekali. Akan tetapi tidak semua suara bisa disebut dengan musik. Tatanan dan
pemilihan suara dengan terstruktur lah yang dapat membuat suara bisa disebut
dengan musik. Musik juga sudah muncul sejak zaman dahulu. Mulai dengan
bersenandung, bergumam hingga memainkan beberapa alat instrumental. Alunan
suara yang dinamakan musik itu lalu dapat didengar oleh telinga kita. Suara
masuk kedalam telinga lalu diproses oleh otak kita apakah suara itu menggangu
atau merdu.
Akan tetapi tidak semua manusia mempunyai atau diberikan
pendengaran yang baik, sehingga dapat mendengarkan suara atau musik. Bagi
mereka yang mempunyai kekurangan dalam hal pendengaran akan sulit untuk
mendengar atau merasakan suara atau musik. Oleh karena itu kami bertiga ingin
membantu mereka yang sulit untuk mendengarkan suara, lebih spesifiknya dalam
mendengarkan musik. Sehingga kami memberikan gagasan berupa alat yang membantu
mereka dengan gelang getar yang menghasilkan getaran tertentu sesuai dengan
musik yang dimainkan. Sehingga nantinya para pengidap tuna rungu dapat
merasakan musik dengan jelas.
1.2
Tujuan
Tujuan yang
diajukan melalui gagasan yang kami
usulkan ini, kami berharap dapat membantu saudara-saudara kita yang memiliki
gangguan pendengaran. Spesifiknya kepada tunarungu.
1.3
Manfaat
1.
Membantu tunarungu dapat menikmati musik melalui getaran
2. Membangun komunitas sesama penikmat musik tunarungu
3. Penerapan teknologi demi kemajuan industri musik dan hubungan sosial
2. Membangun komunitas sesama penikmat musik tunarungu
3. Penerapan teknologi demi kemajuan industri musik dan hubungan sosial
GAGASAN
Melihat dari fungsi dan manfaat alat bantu dengar bagi
tunarugu kami mendapatkan ide atau gagasan untuk lebih mengembangkannya menjadi
lebih terspesifik kepada unsur musik. Yaitu memberikan gagasan berupa “Vibrating Bracelet” atau “V-Let”. V-Let
ini merupakan alat berbentuk gelang yang diperuntukkan menghasilkan getaran
atau vibrasi sesuai dengan musik yang sedang didengar oleh pengguna V-Let.
Sehingga para tunarungu dapat menikmati musik dengan esensi baru melalui
getaran yang dihasilkan oleh V-Let, seperti layaknya berasa di konser musik
dengan stereo besar yang menghasilkan bass yang dapat kita rasakan.
Dengan pemikiran kami terhadap V-Let
serta fungsinya nanti, dibutuhkan cara untuk menyalurkan atau mengubah alunan
musik menjadi getaran yang sesuai dengan alunan musiknya. Oleh karena itu
disini kami membutuhkan peran dari orang yang paham atau bahkan ahli terutama
dibidang musik baik itu orang yang baru masuk di bidang musik hingga artis
sekalipun.
Tentunya sebelum berhasil membuat
dan memproduksikan V-Let secara massal kami akan membuat prototype atau alat alternatif lain terlebih dahulu. Yaitu berupa
alat yang dipasang dikuping. Fungsinya sebenarnya sama dengan alat yang
dipasang di tangan, sama-sama mengubah alunan musik menjadi getaran tetapi alat
ini lebih dekat dengan kuping sehingga kami harapkan bisa berfungsi dengan
efektif yang sesuai dengan harapan kami. Jika tidak sesuai dengan harapan kami
maka kami akan berusaha untuk mengevaluasi alat di kuping tersebut sehingga
bisa dipakai di tangan. Karena tangan merupakan salah satu indra perasa yang
paling sensitif. Jadi kami harapkan alat di tangan ini atau V-Let dapat
berfungsi dengan baik.
Adapun juga kelebihan dan kekurangan
dari alat ini adalah. Kelebihan dari alat ini ialah mampu membantu saudara kita
yang mengidap tunarungu menikmati musik esensi baru melalui getaran
ditangannya. Kekurangan dari alat ini ialah tidak dapat membantu pengidap
tunarungu yang berada pada tingkat tunarungu sedang hingga akut atau bisa
dibilang dengan tuli.
KESIMPULAN
Dengan
melihat masalah dari para tunarungu maka kami harapkan “V-LET” ini dapat membantu saudara kita yang tuna rungu
dalam menikmati alunan musik dengan esensi tersendiri, dengan menikmatinya melalui getaran yang dikeluarkan
oleh gelang yang sesuai dengan musik yang dikeluarkan.
Dan mampu membuat komunitas sendiri bagi para pengguna V-Let yang dapat berbagi
ilmu dan pengalamannya saat maupun setelah menggunakan gelang ini.
DAFTAR PUSTAKA
Adi Jarot Pamungkas.
2008. Dasar & Aplikasi Musik Digital. Yogyakarta: Andi Publisher.
Prof. Yohanes Surya, Ph.D. 2009. Getaran dan Gelombang - Persiapan Olimpiade Fisika. KANDEL.
Ken C. Pohlmann. 2010. Principles of Digital Audio, Sixth Edition. McGraw Hill Professional.
Tungga Bhimadi Karyasa. 2011. Dasar-Dasar getaran Mekanis. ANDI PUBLISHER.
Hernawati, Tati, Juni 2007,”Pengembangan kemampuan berbahasa dan berbicara anak tunarungu”, Volume 7.
Prof. Yohanes Surya, Ph.D. 2009. Getaran dan Gelombang - Persiapan Olimpiade Fisika. KANDEL.
Ken C. Pohlmann. 2010. Principles of Digital Audio, Sixth Edition. McGraw Hill Professional.
Tungga Bhimadi Karyasa. 2011. Dasar-Dasar getaran Mekanis. ANDI PUBLISHER.
Hernawati, Tati, Juni 2007,”Pengembangan kemampuan berbahasa dan berbicara anak tunarungu”, Volume 7.


Komentar
Posting Komentar